<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="http://smanepa.yolasite.com/news.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>news</title>
        <description>news</description>
        <link>http://smanepa.yolasite.com/news.php</link>
        <lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 06:03:21 +0100</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
        <item>
            <title>Gunung Ciremai</title>
            <link>http://smanepa.yolasite.com/news/gunung-ciremai</link>
            <description>&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Gunung Ciremai &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;(3.078 mdpl) merupakan gunung berapi yang masih aktif dan bertipe&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt; Strato&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;.
 Secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni 
Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi
 Jawa Barat. Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Taman Nasional Gunung Ceremai&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;
 (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare. Gunung Ciremai
 memiliki dua kawah utama, Kawah barat dan Kawah Timur, serta kawah 
letusan kecil Gua Walet.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5709519066001393223&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Posisi geografis puncaknya 
terletak pada 6° 53' 30&quot; LS dan 108° 24' 00&quot; BT. Gunung ini memiliki 
keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya 
di pulau Jawa, seperti juga Gunung Slamet, gunung ini terpisah dari 
gunung-gunung tinggi lainnya, tetapi Gunung Ciremai ini lebih dekat 
dengan Laut Jawa. Kegiatannya yang terakhir tercatat pada tahun 1973, 
berupa gempa tektonik yang cukup kuat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Gunung Ciremai&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt; merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, dapat didaki dari arah timur melalui &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Linggarjati &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;(580 m.dpl), dari arah selatan melalui &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Palutungan&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt; (1.227 m.dpl) dan dari arah barat melalui &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Maja&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;
 (lewat Apui dan lewat Argalingga). Jalur Linggarjati dan jalur 
Palutungan adalah jalur yang paling banyak dilalui, dan merupakan jalur 
yang dianjurkan oleh pihak PERHUTANI pengelola kawasan hutan di sekitar 
Gunung Ciremai.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Desa Linggarjati&lt;/b&gt; merupakan gerbang utama pendakian ke Gunung 
Ciremai. Untuk mencapainya, dari terminal Cirebon atau dari Jakarta, 
kita naik bus jurusan Kuningan dan turun di Terminal Cilimus atau di 
pertigaan menuju pusat Desa Linggarjati, dan meneruskan perjalanan ke 
Desa Linggarjati dengan minibus.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Di Desa Linggarjati ini terdapat penginapan, salah satunya adalah Pesanggrahan di kawasan&lt;b&gt; Taman Wisata Linggarjati Indah&lt;/b&gt; dan&lt;b&gt; Siliwangi Park Resort&lt;/b&gt;.
 Walau begitu kita bisa dengan mudah mendapatkan tempat bermalam di 
Balai Desa atau dirumah-rumah, dengan biaya sukarela saja. Walaupun 
warung-warung juga tersedia, bila bermalam di rumah-rumah penduduk ini, 
kita bisa memasak sendiri.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Fasilitas telepon kartu dapat kita jumpai di Taman Wisata Linggarjati 
Indah, dan WARTEL hanya tersedia di Cilimus, dimana kita bisa menerima 
dan mengirim facsimile (Telp/Fax No. 0232-63112). Desa Linggarjati 
merupakan desa yang bersejarah, dimana kita bisa mengunjungi Gedung 
Linggarjati, yang dijadikan museum untuk mengenang perjanjian 
Linggarjati yang dilaksanakan tahun 1946.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Setelah pendakian, bila ingin menikmati mandi air panas yang alami, kita
 bisa menuju ke Desa Sangkan Hurip, ± 4 km ke arah timur Linggarjati, 
dimana terdapat permandian air panas yang mengandung yodium, berbeda 
dengan tempat lain yang biasanya mengandung belerang. Kita juga bisa 
berwisata di Taman Wisata Linggarjati Indah, dimana tersedia fasilitas 
kolam renang.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;h2&gt;



Jalur Linggarjati&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Jalur pendakian dari 
Linggarjati ini sangat jelas, karenanya menjadi pilihan utama para 
pendaki. Dibandingkan dengan jalur lain, jalur Palutungan misalnya, 
jalur Linggarjati ini lebih curam dan sulit, dengan kemiringan sampai 70
 derajat. Di jalur ini air hanya terdapat di Cibunar.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari&lt;b&gt; Desa Linggarjati&lt;/b&gt; berjalan lurus, kurang lebih 1/2 jam, mengikuti jalan desa melewati hutan pinus, kita akan sampai di&lt;b&gt; Cibunar&lt;/b&gt;
 (750 m.dpl). Disini kita menjumpai jalan bercabang, ke arah kiri menuju
 sumber air dan lurus ke arah puncak. Kalau tidak bermalam di Desa 
Linggarjati, kita bisa berkemah di Cibunar ini.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Persediaan air hendaknya dipersiapkan disini untuk perjalanan pulang 
pergi, karena setelah ini tidak ada lagi mata air. Dari Cibunar, kita 
mulai mendaki melewati perladangan dan hutan Pinus, dan kita akan 
melewati &lt;b&gt;Leuweung Datar &lt;/b&gt;(1.285 m.dpl), &lt;b&gt;Condang Amis&lt;/b&gt; (1.350 m.dpl), dan &lt;b&gt;Blok Kuburan Kuda&lt;/b&gt; (1.580 m.dpl), disini kita dapat mendirikan tenda. Dari Cibunar sampai ke Blok Kuburan Kuda dibutuhkan waktu kira-kira 3 jam.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Jalur akan semakin curam dan kita akan melewati &lt;b&gt;Pengalap&lt;/b&gt; (1.790 m.dpl) dan &lt;b&gt;Tanjakan Binbin&lt;/b&gt; (1.920 m.dpl) dimana kita bisa temui pohon-pohon palem merah. Selanjutnya kita lewati &lt;b&gt;Tanjakan Seruni&lt;/b&gt; (2.080 m.dpl), dan &lt;b&gt;Bapa Tere&lt;/b&gt; (2.200 m.dpl), kemudian kita sampai di &lt;b&gt;Batu Lingga&lt;/b&gt;
 (2.400m.dpl), dimana terdapat sebuah batu cukup besar ditengah jalur. 
Menurut cerita rakyat, dasar kawah Gunung Ciremai sama tingginya dengan 
Batu Lingga ini. Perjalanan dari Kuburan Kuda sampai ke Batu Lingga ini 
memakan waktu sekitar 3 - 4 jam. Di beberapa pos, kita dapat jumpai nama
 tempat tersebut, walaupun kadang kurang jelas karena dirusak.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari &lt;b&gt;Batu Lingga&lt;/b&gt; kita akan melewati &lt;b&gt;Sangga Buana Bawah&lt;/b&gt; (2.545 m.dpl) dan &lt;b&gt;Sangga Buana Atas&lt;/b&gt;
 (2.665 m.dpl), mulai di jalur ini kita bisa memandang kearah pantai 
Cirebon. Burungburung juga akan lebih mudah kita jumpai di daerah ini, 
dan selanjutnya kita akan sampai di Pengasinan (2.860 m dpl), yang 
dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Batu Lingga. Di sekitar Pengasinan
 ini akan dijumpai &lt;b&gt;Edelweis Jawa&lt;/b&gt; (Bunga Salju) yang langka itu, namun dari waktu ke waktu semakin berkurang populasinya. Dari Pengasinan menuju puncak &lt;b&gt;Sunan Telaga&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Sunan Cirebon&lt;/b&gt; (3.078 m.dpl) masih dibutuhkan waktu sekitar 0,5 jam lagi, dengan melewati jalur yang berbatu-batu.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Dari puncak&lt;/b&gt;, akan kita saksikan pemandangan kawah-kawah Gunung 
Ciremai yang fantastis. Bila cuaca cerah kita juga dapat menikmati 
panorama yang menarik ke arah kota Cirebon, Majalengka, Bandung, Laut 
Jawa, Gunung Slamet dan gunung-gunung di Jawa Barat. Pemandangan lebih 
menarik akan kita jumpai pada waktu matahari terbit dari arah Laut Jawa.
 Suhu di puncak bisa mencapai 8 -13 C. Dari puncak ke arah kanan kita 
bisa menuju ke kawah belerang yang ditempuh dalam 1,5 jam perjalanan. 
Untuk mengitari puncak dan kawah-kawahnya, diperlukan waktu 2,5 jam.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari Puncak kearah kiri 15 - 20 menit perjalanan, kita akan jumpai 3 
buah cerukan, yang posisinya lebih rendah dari puncak dinding kawah, 
tempat yang cukup nyaman untuk bermalam dan berlindung dari tiupan angin
 kencang dari arah kawah.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Perjalanan mendaki puncak Gunung Ciremai rata-rata membutuhkan waktu 
8-11 jam dan 5-6 jam untuk turun, dengan demikian kita harus mendirikan 
tenda di perjalanan. Karena itu perlengkapan tidur (sleeping bag, tenda 
dsb.), dan perlengkapan masak adalah suatu keharusan.
&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Pendakian pada musim 
kemarau cukup menyenangkan karena cuaca lebih bersahabat, dan kondisi 
medan tidak terlalu licin, serta pemandangan lebih cerah.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;h2&gt;



Jalur Palutungan&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Jalur Palutungan tidak 
terlalu curam seperti jalur Linggarjati, tetapi kita harus menambah 
waktu tempuh 2-3 jam. Dari Terminal Kuningan kita bisa langsung menuju 
Desa Palutungan yang jaraknya 9 km dengan Angkutan Pedesaan. Fasilitas 
telepon Interlokal terakhir tersedia di Kuningan. Di Palutungan hanya 
ada toko-toko kecil, maka sebaiknya keperluan logistik untuk bekal 
pendakian dipenuhi di Kuningan. Di Desa Palutungan terdapat areal 
perkemahan yang bernama&lt;b&gt; Bumi Perkemahan Erpah&lt;/b&gt;, perjalanan hanya 
membutuhkan waktu 10 menit, dan setiap hari libur banyak pengunjung 
berwisata di tempat ini. Persedian air untuk pendakian sebaiknya 
disiapkan di desa ini dan untuk menginap.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari Palutungan pendakian kita teruskan melalui&lt;b&gt; Cigowong Girang&lt;/b&gt; 
(1.450 m.dpl), selama 3 jam perjalanan, dimana terdapat sebuah sungai 
kecil yang lebarnya ± 1 - 1,5 m. Disini kita bisa menambah persediaan 
air dan mendirikan tenda di tempat ini, walaupun tempatnya kurang 
memadai dan suhu sudah cukup dingin. Selanjutnya kita akan memasuki 
hutan dan melalui Blok Kuta (1.690 m.dpl) dan Blok Pangguyungan Badak 
(1.790 m.dpl).&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Perjalanan kita teruskan dengan melewati &lt;b&gt;Blok Arban&lt;/b&gt; (2.030 
m.dpl), kemudian Tanjakan Assoy (2.108 m.dpl). Di tempat ini kita bisa 
beristirahat sebelum melewati tanjakan yang cukup curam. Dari Cigowong 
Girang diperlukan waktu 4-5 jam menuju tempat ini.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Selanjutnya kita akan 
melewati Blok Pesanggrahan (2.450 m.dpl) dan Blok Sanghyang Ropoh (2.590
 m.dpl), kemudian kita akan sampai pada pertigaan (2.700 m.dpl) yang 
menuju ke Apui dan ke Kawah Gua Walet. Kira-kira 2 jam waktu tempuh dari
 Tanjakan Assoy ke pertigaan ini. Dari pertigaan kita menuju Kawah Gua 
Walet (2.925 m.dpl) dan ke puncak Sunan Cirebon, yang diperlukan waktu 
1,5 jam perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;h2&gt;



Jalur Maja (via Apui, Cipanas )&lt;/h2&gt;
Untuk mencapai&lt;b&gt; kampung Apui&lt;/b&gt;, Cipanas. Dari arah kota Cirebon naik
 bus menuju ke Majalengka, lalu dilanjutkan dengan naik minibus menuju 
ke Maja (556 m dpl). Setelah sampai di Maja kita turun dan naik lagi 
Angkutan Pedesaan menuju ke Desa Cipanas. Di Desa Cipanas kita akan 
menemui lahan bekas perkebunan Teh Argalingga yang sangat luas tapi 
sekrang telah berubah menjadi lahan sayur-sayuran. Di sini saat matahari
 tenggelam di ufuk barat pemndangannya sangat indah.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari desa Cipanas, perjalanan kita teruskan menuju ke kampung Apui 
(1.100 m dpl) dengan angkutan pedesaan. Setiba di kampung Apui kita 
mempersipakan kebutuhan air karena sepanjang jalur pendakian tidak 
terdapat mata air. Kampung Apui, Mayoritas penduduknya Sunda dan bermata
 pencaharian sebagai petani sayur-sayuran. Jalan masuk ke kampung ini 
banyak terdapat tanjakan - tanjakan dengan kemiringan hampir 70 derajat.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Awal pendakian dimulai melewati perladangan dan hutang produksi selam 
3-4 jam kita akan sampai di Berod. Disini kita akan menemui pertigaan, 
kita ambil yang ke arah puncak). Setiba di Berod perjalanan kita 
teruskan menuju ke Simpang Lima (Perempatan Alur), perjalanan memakan 
waktu sekitar 0,5 jam dari Berod, lalu di teruskan menuju Tegal 
Mersawah. Di Tegal Mersawah perjalanan langsung kita teruskan menuju ke 
Pangguyangan Badak. Disini kita bisa beristirahat. Perjalanan kita 
teruskan 2 jam lagi kita akan sampai di Tegal Jumuju (2.520 m dpl).&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Dari Tegal Jumuju perjalanan kita teruskan menuju ke Sanghyang Rangkah, 
Selama 2 jam perjalanan. Di Sanghyang Rangkah menuju terdapat lokasi 
pemujaan yang sering di pergunakan oleh penduduk di sekitar lereng untuk
 upacara memohon keselamatan. Dari sini perjalanan kita teruskan menuju 
ke Gua Walet (2.925 m dpl), selama 4 jam perjalanan.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Gua walet merupakan bekas letusan yang berbentuk terowongan. Disini kita
 juga bisa mendirikan tenda untuk bermalam. Esok harinya kita bisa 
menuju ke Tepi Kawah (3.056 m dpl) dan Langsung ke puncak, selam&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; 3 jam 
perjalanan&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;h2&gt;



&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pema&lt;/span&gt;nduan, Perijinan dan Keadaan Darurat&lt;/h2&gt;
Jika ingin mendaki Gunung Ciremai kita dapat meminta ijin di PERHUTANI 
Kuningan dan Polisi setempat (POLSEK Kuningan), dengan alamat: PERHUTANI
 KPH Kuningan Jl. Siliwangi 43 Kuningan- Jawa Barat (Telp. 0232-81144). 
Kita juga harus mendapat Rekomendasi dari Dinas Sosial Politik 
(Ditsospol) Kabupaten Kuningan dan Ijin dari Kepolisian Resort Kuningan.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Bila kita mendaki lewat Desa Linggarjati, kita harus melapor ke petugas 
PERHUTANI, Pak Juned untuk perbaikan pondok pendaki. Pak Juned dapat 
memberi informasi tentang jalur pendakian Gunung Ciremai, juga bisa 
membantu mencarikan pemandu atau porter. Bila kita lewat jalur Apui kita
 melapor dahulu kepada PERHUTANI unit Apui.Untuk mencari Pemandu gunung 
dapat di cari di Apui. Bila terjadi keadaan darurat saat melakukan 
pendakian di Gunung Ciremai selain menghubungi aparat desa setempat,bisa
 juga menghubungi Organisasi Pencinta Alam, AKAR di Kuningan dan WANADRI
 di Bandung.</description>
            <pubDate>Wed, 07 Mar 2012 04:38:00 +0100</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
